Pembelajaran IPA Berbasis Kearifan Lokal: Etnosains Kerupuk Usek Khas Kendal
Abstract
Pembelajaran IPA yang cenderung bersifat abstrak menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep-konsep sains dengan fenomena yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pembelajaran yang kontekstual adalah melalui pendekatan etnosains dengan memanfaatkan kearifan lokal masyarakat sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep-konsep IPA yang terdapat dalam proses pembuatan Kerupuk Usek khas Kendal serta menganalisis keterkaitannya dengan materi IPA SMP Fase D sebagai sumber pembelajaran berbasis etnosains. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnosains. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Kerupuk Usek mengandung konsep usaha dan energi, pesawat sederhana, kalor dan perpindahan kalor secara konveksi, radiasi, dan konduksi, serta campuran dan sifat zat. Konsep-konsep tersebut memiliki keterkaitan dengan materi IPA SMP Fase D, khususnya pada materi usaha, energi, dan pesawat sederhana, unsur, senyawa, dan campuran, serta suhu, kalor, dan pemuaian. Dengan demikian, Kerupuk Usek khas Kendal berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran IPA berbasis etnosains yang kontekstual sekaligus mendukung pelestarian kearifan lokal masyarakat.
Keywords:
Array, Array, Array, Array, ArrayReferences
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dwi Cahyani Alfiyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.