Keanekaragaman Tumbuhan Lumut (Bryophyta) pada Berbagai Kawasan Urban di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Abstract
Kawasan perkotaan memiliki berbagai tipe habitat dengan kondisi lingkungan yang beragam sehingga berpotensi mendukung keberadaan tumbuhan lumut (Bryophyta). Perbedaan kondisi mikroklimat, tutupan vegetasi, dan tingkat aktivitas manusia pada setiap kawasan urban diduga memengaruhi komposisi serta keanekaragaman Bryophyta. Namun, informasi mengenai Bryophyta di kawasan urban Kota Banjarbaru masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies Bryophyta dan menganalisis tingkat keanekaragamannya pada berbagai kawasan urban di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penelitian dilakukan pada tiga lokasi, yaitu Jl. A. Yani, Jl. Trikora, dan Hutan Kota Pinus Mentaos. Pengambilan sampel menggunakan metode eksplorasi dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H'). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 10 spesies Bryophyta yang termasuk dalam 7 famili. Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 0,83 hingga 1,74, dengan tingkat keanekaragaman tertinggi terdapat pada Hutan Kota Pinus dan terendah pada Jl. Trikora. Perbedaan tingkat keanekaragaman diduga dipengaruhi oleh variasi suhu, kelembapan, intensitas cahaya, dan tutupan vegetasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan urban di Kota Banjarbaru masih mampu mendukung keberadaan Bryophyta serta memberikan informasi dasar untuk pengembangan penelitian dan konservasi keanekaragaman hayati perkotaan.
Keywords:
Array, Array, ArrayReferences
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Mayanti, Gunawan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.