Analisis Pengaruh Ketergantungan Generative AI Dalam Fenomena Vibe Coding Terhadap Kemampuan Coding Mahasiswa Informatika
Abstract
Perkembangan Generative Artificial Intelligence (AI) memicu munculnya fenomena vibe coding, yaitu aktivitas penyusunan kode program melalui instruksi bahasa alami. Fenomena ini memberikan kemudahan dan meningkatkan efisiensi dalam proses pemrograman, namun juga menimbulkan kekhawatiran terhadap meningkatnya ketergantungan penggunaan AI yang berpotensi menyebabkan pembelajaran dangkal (shallow learning). Penelitan ini memiliki tujuan yaitu menganalisis dampak ketergantungan Generative AI dalam fenomena vibe coding terhadap kemampuan dalam pemrograman mahasiswa program Studi Informatika di Universitas Nurul Huda. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui metode regresi linear sederhana. Sampel penelitian terdiri dari 50 mahasiswa yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa tingkat ketergantungan terhadap Generative AI memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kemampuan coding mahasiswa.Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 34.369 + 1.911X, dengan nilai signifikansi p < 0.001. Variabel ketergantungan Generative AI memberikan kontribusi sebesar 48,4% terhadap kemampuan coding mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI yang intensif dan terarah mampu mendukung peningkatan kualitas kode, pemahaman konsep, kemampuan debugging, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mempertahankan kontrol penggunaan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran, sementara dosen dapat mengintegrasikan pendekatan pembelajaran adaptif berbasis prompt dalam proses pembelajaran pemrograman.
Keywords:
Array, Array, Array, Array, ArrayReferences
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maulana Aziz

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.